Loading...

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 tentang Laporan Arus Kas ada tujuan utama dari informasi arus kas yaitu:

Informasi tentang arus kas entitas berguna dalam menyediakan pengguna laporan keuangan dasar untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan entitas untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomik oleh pengguna mensyaratkan evaluasi kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya.

Di dalam PSAK ini pun dibahas manfaat dari Informasi Arus Kas yaitu:

  • Menyediakan informasi yang memungkinkan pengguna untuk mengevaluasi perubahan aset neto entitas, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuannya mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka penyesuaian terhadap keadaan dan peluang yang berubah.
  • Menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan pengguna mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai kini arus kas masa depan dari berbagai entitas.
  • Meningkatkan keterbandingan pelaporan kinerja operasi berbagai entitas karena dapat meniadakan dampak penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dari peristiwa yang sama.
  • Digunakan sebagai indikator dari jumlah, waktu dan kepastian arus kas masa depan.
  • Untuk meneliti ketepatan dari penilaian masa lalu atas arus kas masa depan dan dalam menguji hubungan antara profitabilitas dan arus kas neto serta dampak perubahan harga.

Penyajian Komponen Laporan Arus Kas

Untuk memperoleh kesuksesan, manajemen Perusahaan harus mengelola laba dan arus kas dan manajemen tidak dapat melakukan untuk satu sisi saja (hanya laba atau hanya arus kas) dan mengabaikan yang lain. Jika hanya memperhatikan keuntungan semata dan mengabaikan arus kas maka dapat dipastikan Perusahaan akan mengalami masalah likuiditas atau kekurangan dana.

laporan arus kas

Ilustrasi arus kas menunjukkan komponen informasi dasar dari laporan arus kas. Aktivitas kas perusahaan selama periode tersebut dikelompokkan ke dalam tiga bagian:

  1. Yang pertama merekonsiliasi laba bersih untuk periode tersebut dengan arus kas dari kegiatan yang menghasilkan keuntungan bisnis, atau aktivitas operasi;
  2. Yang kedua merangkum transaksi yang terkait dengan aktivitas investasi perusahaan selama periode tersebut;
  3. Yang ketiga melaporkan transaksi yang terkait dengan aktivitas pendanaan

Aktivitas Operasi

Arus kas dari aktivitas operasi diperoleh terutama dari aktivitas utama penghasil pendapatan entitas. Oleh karena itu, arus kas tersebut umumnya dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba rugi.

Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah sebagai berikut:

  • Penerimaan kas dari penjualan barang dan pemberian jasa;
  • Penerimaan kas dari royalty, fees, komisi dan pendapatan lain;
  • Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;
  • Pembayaran kas kepada dan untuk kepentingan karyawan;
  • Penerimaan dan pembayaran kas oleh entitas asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat polis lainnya;
  • Pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara spesifik sebagai aktivitas pendanaan dan investasi; dan
  • Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan.

Aktivitas Investasi

Arus kas aktivitas investasi merepresentasikan sejauh mana pengeluaran yang telah terjadi untuk sumber daya yang diintensikan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas di masa depan. Hanya pengeluaran yang menghasilkan pengakuan atas aset dalam laporan posisi keuangan yang memenuhi syarat untuk diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi.

Beberapa contoh arus kas yang timbul dari aktivitas investasi:

  • Pembayaran kas untuk memperoleh aset tetap, aset takberwujud dan aset jangka panjang lain termasuk kapitalisasi biaya pengembangan dan aset tetap yang dibangun sendiri;
  • Penerimaan kas dari penjualan aset tetap, aset takberwujud dan aset jangka panjang lainnya.
  • Pembayaran kas untuk memperoleh instrumen utang dan instrument ekuitas entitas lain (bukan untuk tujuan diperjualbelikan) dan kepentingan dalam joint venture;
  • Penerimaan kas dari penjualan instrumen utang dan instrument ekuitas entitas lain (bukan untuk tujuan diperjualbelikan) dan kepentingan dalam joint venture;
  • Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain dari/oleh lembaga keuangan);
  • Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain dari/oleh lembaga keuangan);
  • Pembayaran kas untuk future contracts, forward contracts, option contracts dan swap contracts (selain dengan tujuan diperjualbelikan); dan
  • Penerimaan kas dari future contracts, forward contracts, option contracts dan swap contracts (selain dengan tujuan diperjualbelikan).

Aktivitas Pendanaan

Arus kas aktivitas pendanaan berguna untuk memprediksi klaim atas arus kas masa depan oleh penyedia modal entitas. Berikut adalah beberapa contoh arus kas dari aktivitas pendanaan:

  • Penerimaan kas dari penerbitan saham atau instrument ekuitas lain;
  • Pembayaran kas kepada pemilik untuk memperoleh atau menebus saham entitas;
  • Penerimaan kas dari penerbitan obligasi, pinjaman, wesel, hipotek, dan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang lain;
  • Pelunasan pinjaman; dan
  • Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi saldo liabilitas yang berkaitan dengan sewa pembiayaan.

Metode Penyajian Laporan Arus Kas

Pada awalnya yang harus dilakukan adalah memutuskan bagaimana menyiapkan laporan arus kas. Manajemen diharuskan untuk memilih antara dua metode yang ada yaitu metode ‘langsung’ dan metode ‘tidak langsung’.

Note: Metode langsung pada umumnya tidak sepopuler metode tidak langsung, hal ini disebabkan dalam proses pembuatannya metode tidak langsung lebih mudah daripada metode langsung.

Dengan Metode Langsung, manajemen menentukan klasifikasi utama dari penerimaan kas (seperti penerimaan kas dari pelanggan) dan pembayaran dan mengungkapkannya pada bagian utama dari laporan arus kas. PSAK No. 2 sebenarnya mendorong perusahaan untuk menggunakan metode langsung, tetapi dengan alasan bahwa metode tersebut memberikan informasi yang tidak lengkap dibadingkan dengan metode tidak langsung dan yang mungkin berguna dalam memperkirakan arus kas masa depan. Berikut ini contoh ilustrasi tentang cara kerja metode langsung:

laporan arus kas metode langsung

Penerimaan/pengeluaran kas bersih dari aktivitas operasi menunjukkan kas bersih yang diperoleh atau dikeluarkan untuk aktivitas operasional perusahaan selama periode laporan yang dimaksud.

Metode Tidak Langsung bekerja secara berbeda. Pertama, manajemen mengambil laba operasional (laba atau rugi bersih dilaporkan dalam laporan laba rugi). Kemudian, manajemen menyesuaikan laba operasi, yang berarti penambahan kembali beban non tunai dan menguranginya dengan keuntungan non tunai. Manajemen menyesuaikan untuk:

  1. Saldo akun beban yang tidak memiliki arus kas seperti contoh depresiasi;
  2. Perubahan saldo akun dalam:
    • Modal kerja: inventaris, piutang dagang (pelanggan)
    • Utang dagang (pemasok)
laporan arus kas indirect method

Jika nilai persediaan meningkat dari tahun sebelumnya, manajemen mengurangi kenaikan ini dari laba operasi karena lebih banyak uang untuk membeli persediaan, yang setara dengan arus kas keluar. Jika piutang usaha menurun, manajemen menambahkan penurunan ini ke laba operasi karena lebih banyak kas yang telah dikumpulkan dari pelunasan piutang, sehingga menimbulkan arus kas masuk. Akhirnya, jika utang dagang berkurang, manajemen mengurangi penurunan ini dari laba operasi karena ini berarti manajemen melakukan pelunasan utang lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang setara dengan arus kas keluar.

Manajemen memilih metode yang memungkinkan laporan keuangan merepresentasikan kondisi perusahaan secara wajar. Disarankan jangan memilih salah satu metode karena dianggap lebih mudah atau nyaman dibandingkan metode yang lain. Pengguna laporan keuangan ingin mendapatkan informasi yang relevan dan dapat diandalkan, dan jika manajemen dapat memberikan informasi tersebut dengan mengadopsi metode langsung, maka manajemen harus menyiapkan laporan arus kas dengan metode langsung.

Pentingnya laporan arus kas dalam operasional perusahaan menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya dari perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas. Semua keuntungan yang diperoleh perusahaan harus dapat direalisasikan dalam bentuk kas dan setara kas. Atmadja & Associates dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan arus kas sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan adanya laporan arus kas, kami pun dapat membantu dalam analisa arus kas Perusahaan Anda sehingga Anda dapat menggunakan kas dan setara kas secara efektif dan efisien. Klik tombol di bawah ini untuk penjelasan Jasa Pembukuan Bulanan dimana terdapat laporan arus kas di dalamnya. Hubungi kami untuk dapat penawaran yang menarik.

Penjelasan Jasa Pembukuan Bulanan
Konsultan Akuntansi, Konsultan Pajak, Konsultan Manajemen, Atmadja & Associates

Kami hadir untuk Membantu Bisnis Anda!

Together, we are building a better future… 

Hubungi Kami Sekarang!